Cek lab ibu hamil sebaiknya kapan?

2 bilangan lihat

Pemeriksaan makmal untuk ibu hamil harus dilakukan pada awal kehamilan, khususnya pada trimester pertama (0-12 minggu), untuk memastikan kesehatan ibu dan janin.

Maklum Balas 0 bilangan suka

Pemeriksaan Makmal untuk Ibu Hamil: Kapan Sebaiknya Dilakukan?

Semasa kehamilan, pemeriksaan makmal sangat penting untuk memantau kesehatan ibu dan janin. Pemeriksaan makmal ini sebaiknya dilakukan pada awal kehamilan, khususnya pada trimester pertama (0-12 minggu).

Alasan Pemeriksaan Makmal pada Trimester Pertama:

  • Memastikan kehamilan: Mengonfirmasi kehamilan melalui tes urine atau darah untuk mendeteksi hormon HCG (human chorionic gonadotropin).
  • Menilai kesehatan ibu: Memeriksa kadar hemoglobin untuk mendeteksi anemia, golongan darah, dan faktor Rh untuk mengetahui potensi konflik Rh.
  • Menyaring risiko kelainan janin: Melalui tes skrining NT (nuchal translucency) dan tes penanda serum untuk mendeteksi risiko Down syndrome dan kelainan janin lainnya.
  • Mengidentifikasi infeksi: Memeriksa infeksi yang dapat membahayakan kehamilan, seperti toksoplasmosis, rubella, dan hepatitis B.

Jenis Pemeriksaan Makmal:

  • Tes Urine: Menilai kadar protein, glukosa, dan sel darah putih untuk mendeteksi infeksi atau komplikasi kehamilan.
  • Tes Darah: Memeriksa kadar hemoglobin, golongan darah, faktor Rh, kadar hormon (HCG, progesteron), dan penanda serum untuk skrining kelainan janin.
  • Tes Skrining NT: Mengukur ketebalan nuchal translucency pada janin untuk mendeteksi risiko Down syndrome.
  • Tes Penanda Serum: Mengukur kadar protein dalam darah ibu yang diproduksi oleh janin untuk menyaring risiko Down syndrome dan kelainan janin lainnya.

Dengan pemeriksaan makmal yang tepat pada trimester pertama kehamilan, ibu dan dokter dapat mengetahui secara dini kondisi kesehatan ibu dan janin. Hal ini memungkinkan penanganan yang optimal untuk memastikan kehamilan yang sehat dan kelahiran yang lancar.